Posts

7 Cara Agar Hati Tenang Menurut Al-Qur'an dan Hadis Shahih

Image
  Oleh : Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN) Hati yang tidak tenang itu seperti kamar yang berantakan. Semua barang ada, tapi kita bingung mau duduk di mana. Banyak orang hari ini badannya di rumah mewah, tapi hatinya gelisah seperti di penjara. Allah SWT tidak membiarkan kita tanpa petunjuk. Ketenangan (As-Sakinah) itu bukan hadiah untuk orang yang tidak punya masalah, tapi untuk orang yang tau ke mana harus kembali saat masalah datang. 1. Dzikir - Obat Resmi dari Allah untuk Hati Gelisah Ini dalil fondasinya . Allah berfirman dengan jelas: الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28) Ulama tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, makna tathmainnul qulub di sini adalah hati menjadi hilang cemas dan resahnya, diganti dengan ketenangan yang dalam. Bukan dzikir c...

Benarkah Arwah Bisa Melihat Keluarga di Dunia? Ini Status Hadisnya

Image
Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN)   1.  Hr. Abu Daud Ath-Thayalisi, Musnad Ath-Thayalisi : 1903. حَدَّثَنَا الصَّلْتُ بْنُ دِينَارٍ ، عَنِ الْحَسَنِ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى عَشَائِرِكُمْ وَأَقْرِبَائِكُمْ فِي قُبُورِهِمْ ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا  بِهِ ، وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوا : اللَّهُمَّ أَلْهِمْهُمْ أَنْ يَعْمَلُوا بِطَاعَتِكَ. Telah menceritakan kepada kami Ash-Shalt bin Dinar, dari Al-Hasan, dari Jabir bin Abdillah ia berkata : telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : sesungguhnya perbuatan-perbuatan kalian itu diperlihatkan kepada keluarga-keluarga dan kerabat-kerabat kalian di kuburnya, jika baik mereka bergembira, tetapi jika selain itu (tidak baik) mereka berdo'a : Ya Allah, ilhamilah mereka untuk berbuat keta'atan kepada-Mu.   Hr. Abu Daud Ath-Thayalisi, Musnad Ath-Thayalisi : 1903. Hadis ini derajatnya dha’if Matruk .  Ya...

2 Cara Agar Kita Betah Beribadah

Image
Oleh :  Abu Fatwa Al-Bani Syam (SAMSUDIN)   Ibadah merupakan kebutuhan ruhani manusia yang memengaruhi  kehidupan dunia dan akhirat. Dengan beribadah hati kita akan merasa tentram dan penuh arti, karena kita punya pijakan dan pegangan yang kuat di kala susah maupun senang. Tidak ada solusi terbaik dalam hidup ini melainkan agama, ibadah adalah bentuk ketaatan kita dalam beragama kepada Allah Swt. Dan ini tidak akan bisa dilakukan kecuali hanya orang-orang yang punya dasar keimanan kepada Allah. Akan tetapi selama masih hidup, kita tidak akan bebas dari incaran dan gangguan syetan yang tak henti-hentinya menggoda dengan cara apapun menjauhkan manusia dari beribadah kepada Allah setiap saatnya. Karena syetan bersumpah Sebagaimana dalam firman Allah Swt, QS. Al-A’raf : 17 :   ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ Artinya ; "Kemudian saya (iblis) akan mendatangi mere...

Complete Biography of Imam Al-Bukhari - Birth, Death and Journey of the Author of Sahih Al-Bukhari

Image
  Do you know that a scholar was able to memorize 600,000 hadiths at the age of 16? He is Imam Al-Bukhari, the author of the most authentic book after the Qur'an. 1. Birth and Lineage His full name is Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju'fi Al-Bukhari. He was born on Friday, 13 Shawwal 194 H / 21 July 810 AD in Bukhara, a famous city in Uzbekistan, Central Asia. His father, Ismail bin Ibrahim, was a pious scholar and a student of Imam Malik. He died when Bukhari was still an infant, leaving him as an orphan raised by his pious mother. 2. The Miracle of His Blindness As a child, Imam Bukhari suffered from blindness. His mother was a pious woman who never stopped praying and crying at night. By Allah's permission, in her dream she met Prophet Ibrahim (AS) who said: "O woman, Allah has returned your son's sight because of your many prayers." In the morning, his sight had returned completely. This was the beginning of hi...

Biografi Lengkap Imam Bukhari: Lahir, Wafat, Perjalanan Mencari Hadits & Karya Shahih Bukhari

Image
Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN) Imam Bukhari adalah salah satu ulama hadits paling terkenal dalam sejarah Islam. Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari. Beliau dikenal sebagai penyusun kitab Shahih Bukhari, kitab hadits paling shahih setelah Al-Quran. Awal Kehidupan dan Masa Kecil  Imam Bukhari lahir pada 13 Syawal 194 Hijriyah atau bertepatan dengan 20 Juli 810 Masehi di Bukhara, Uzbekistan.  Sejak kecil beliau sudah ditinggal wafat oleh ayahnya. Di usia yang masih kecil, beliau mengalami kebutaan. Namun atas doa dan ikhtiar ibunya, Allah SWT menyembuhkan penglihatan beliau. Kisah ini menjadi bukti keteguhan seorang ibu dalam mendidik anak. Kecerdasan beliau sudah terlihat sejak usia 10 tahun. Di usia tersebut, beliau sudah menghafal banyak hadits dan mampu mengoreksi kesalahan guru-gurunya. Perjalanan Mencari Ilmu (Rihlah) Pada usia 16 tahun, Imam Bukhari bersama ibu dan kakaknya berangkat ke Makkah u...

Ketatnya Imam Bukhari: Rela Jalan Sebulan, Batal Ambil Hadits Gara-Gara Tipu Kuda

Image
  Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN) Pernahkah kita membayangkan ada seseorang yang rela berjalan kaki selama sebulan hanya untuk mendapatkan satu hadits?      Itulah yang dilakukan oleh Amirul Mukminin Fil Hadits, Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari (194 H - 256 H). Imam Bukhari adalah penulis kitab Al-Jami' Ash-Shahih atau yang kita kenal dengan Shahih Bukhari, kitab paling shahih setelah Al-Quran. Kisah Perjalanan Sebulan Demi Satu Hadits.  Dikisahkan, Imam Bukhari mendengar bahwa di negeri Syam ada seorang perawi yang memiliki satu hadits yang belum beliau miliki. Maka beliau pun berangkat dari Bukhara menuju Syam. Sebuah perjalanan yang memakan waktu lebih dari satu bulan di atas unta di padang pasir yang panas. Namun ketika sampai di kediaman perawi tersebut, Imam Bukhari melihat sesuatu yang membuatnya kecewa. Perawi itu memanggil kudanya dengan mengacungkan sebuah ember yang kosong, seolah di dalamnya ada pakan. Kuda itu pun datang dengan harapan diberi ma...

TAYAMMUM: ITS RULING AND METHOD ACCORDING TO SUNNAH

Image
  By Abu Fatwa Albani Syam  (Samsudin) Tayammum is purification for prayer as a substitute for wudu or ghusl janabah with specific conditions and a particular method.The legislation of Tayammum is stated in the Qur'an Surah al-Maidah verse 6, as follows: وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ Meaning: "And if you are ill or on a journey or one of you comes from the place of relieving himself or you have contacted women and do not find water, then seek clean earth and wipe over your faces and your hands with it." QS: al-Maidah: 6. From the content of this verse it can be mapped into two parts: 1. The verse explains the conditions of Tayammum 2. The verse explains the kaifiyat or procedure of Tayammum As for its conditions, they are: a. For the sick person. Of course, the sickness here is a sickness where being exposed to ...