Posts

Showing posts with the label Ushul Fiqih

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

Image
  Abu Fatwa Albani ( S A M S U D I N ) Ketahuilah bahwa para perawi yang dalam hadis mereka terdapat kepalsuan, kedustaan, dan ketertukaran terbagi menjadi lima bagian   : Bagian I : Orang-orang yang didominasi oleh zuhud dan asketisme  sehingga mereka lalai dalam menghafal dan membedakan riwayat. Sebagian dari mereka kehilangan buku-bukunya, terbakar, atau terkubur, lalu mereka meriwayatkan dari hafalan sehingga terjadi banyak kesalahan. Bagian II : Orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam transmisi (nukilan) sehingga kesalahan mereka menjadi banyak dan buruk, mirip dengan bagian pertama. Bagian III : Orang-orang terpercaya (tsiqah) namun akal mereka bercampur baur (pikun) di akhir hayatnya, sehingga mereka mengacaukan riwayat. Bagian IV :   Orang-orang yang didominasi oleh kepolosan, yang di antaranya mudah didikte (talaqin) sehingga mengatakan apa saja yang disuruh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis yang tidak pernah didengarnya karena menganggap itu b...

USHUL FIQIH Bag 2

Image
  Muhadharah   2   PENGERTIAN, TUJUAN, KEGUNAAN DAN FAIDAH  USHUL FIQIH Oleh : Abu Fatwa Albani  (SAMSUDIN)   1.   Pengertian   Ushul Fiqih merupakan bentuk paduan dari kata "Ushul" dan "Fiqih" yang memiliki arti masing-masing. Ushul adalah bentuk jama dari kata "Ashlun" yang berarti asal, dasar, sumber, dalil kuat (rajih), atau segala sesuatu yang dijadikan pijakan oleh sesuatu lainnya.   Sedangkan kata "Fiqih" adalah bentuk mashdar dari kata "Faqiha" yang berarti mengetahui, memahami, mengerti, atau yang searti dengan itu. dalam pengertian para Fuqaha, fiqih diartikan sebagai berikut :   الفِقْهُ اصْطِلَاحًا : العِلْمُ بِالأَحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ الَّتِي طَرِيْقُهَا الإِجْتِهَادُ. Fiqih secara istilah : yaitu mengetahui hukum-hukum syara' yang caranya dengan melalui ijtihad. [1]   Dari kedua arti tersebut dapat difahami bahwa "ushul fiqih" adalah dasar bagi kelahiran fiqih, atau sumber ...

USHUL FIQIH bag 1

Image
  Muhadharah   1 SEJARAH KEMUNCULAN KAIDAH-KAIDAH   USHUL FIQIH [1]   Oleh : Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN)     Kaidah ushul fiqih secara umum lebih dahulu ada daripada fiqih. Jika kita merujuk pada realitas, kita mendapati bahwa adanya fikih didahului oleh kaidah-kaidah ushul fiqih yang menjadi pijakan hukum para sahabat dan orang-orang setelah mereka. Kaidah-kaidah ini terkadang terlihat jelas pada perkataan mereka para sahabat di berbagai situasi, meskipun kaidah-kaidah tersebut belum dikodifikasikan dalam kitab-kitab dan dinamakan dengan ilmu ushul fiqih.   Sebagai contohnya Ali bin Abi Thalib r.a pernah berkata mengenai sanksi 2 bagi peminum khamer. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Malik dalam kitabnya al-Muwaththa' bab minuman, bahwa Umar bin al-Khaththab bermusyawarah tentang seorang laki-laki yang minum khamer. Ali bin Abi Thalib berkata kepadanya : " aku berpendapat agar kamu menderanya delapan puluh [2] kali dera, ...