Posts

Showing posts from May, 2020

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

Image
  Abu Fatwa Albani ( S A M S U D I N ) Ketahuilah bahwa para perawi yang dalam hadis mereka terdapat kepalsuan, kedustaan, dan ketertukaran terbagi menjadi lima bagian   : Bagian I : Orang-orang yang didominasi oleh zuhud dan asketisme  sehingga mereka lalai dalam menghafal dan membedakan riwayat. Sebagian dari mereka kehilangan buku-bukunya, terbakar, atau terkubur, lalu mereka meriwayatkan dari hafalan sehingga terjadi banyak kesalahan. Bagian II : Orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam transmisi (nukilan) sehingga kesalahan mereka menjadi banyak dan buruk, mirip dengan bagian pertama. Bagian III : Orang-orang terpercaya (tsiqah) namun akal mereka bercampur baur (pikun) di akhir hayatnya, sehingga mereka mengacaukan riwayat. Bagian IV :   Orang-orang yang didominasi oleh kepolosan, yang di antaranya mudah didikte (talaqin) sehingga mengatakan apa saja yang disuruh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis yang tidak pernah didengarnya karena menganggap itu b...

Kapan zakat Fitrah dibagikan ke mustahiknya ?

Image
Oleh : Abu Fatwa Albani (SAMSUDIN) A. Dalil Nash Hadis عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا نُخْرِجُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ وَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَكَانَ طَعَامَنَا الشَّعِيرُ وَالزَّبِيبُ وَالْأَقِطُ وَالتَّمْرُ Dari [Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu] berkata: "Pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kami mengeluarkan (zakat fithri) pada hari Raya 'Iedul fithri satu sha' dari makanan". Dan berkata, Abu Sa'id: "Dan saat itu makanan kami adalah gandum, kismis, biji-bijian atau kurma". Hr. Bukhari : 1414 . Dari hadis tersebut   dapat disimpulkan bahwa mengeluarkan zakat fitrah itu terhitung dari setelah salat subuh, karena lafaz “ Yaumal Fitri/ hari raya idul fitri” sudah pada maklum yaitu baru dinamai hari kalau sudah masuk pagi-pagi setelah waktu salat subuh. Karena waktu sebelumnya namanya malam i...

Fadhilah surat Yasin

Image
Oleh : Abu Fatwa Albani (SAMSUDIN)   أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ رَجُلٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يس قَلْبُ الْقُرْآنِ لاَ يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيدُ اللَّهَ وَالدَّارَ الآخِرَةَ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ ، اقْرَءُوهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ. Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdil A’la, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Mu’tamar, dari ayahnya, dari seseorang dari ayahnya , dari Ma’qil bin Yasar : bahwasannya Rasulullah saw bersabda : Yasin itu adalah hatinya al-Quran seseorang yang seseorang tidak membacanya karena Allah dan mengharaf alam akhirat kecuali diampuni dosa baginya, maka bacalah oleh kalian yasin atas yang meninggal diantara kalian. Nasai, Sunan al-Kubra : 10847. Ahmad : 20315. Thabrani, Mu’jam al-Kabir :   16905. @ Derajat hadits   : Dha’if       Ka...