Posts

Showing posts from October, 2025

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

Image
  Abu Fatwa Albani ( S A M S U D I N ) Ketahuilah bahwa para perawi yang dalam hadis mereka terdapat kepalsuan, kedustaan, dan ketertukaran terbagi menjadi lima bagian   : Bagian I : Orang-orang yang didominasi oleh zuhud dan asketisme  sehingga mereka lalai dalam menghafal dan membedakan riwayat. Sebagian dari mereka kehilangan buku-bukunya, terbakar, atau terkubur, lalu mereka meriwayatkan dari hafalan sehingga terjadi banyak kesalahan. Bagian II : Orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam transmisi (nukilan) sehingga kesalahan mereka menjadi banyak dan buruk, mirip dengan bagian pertama. Bagian III : Orang-orang terpercaya (tsiqah) namun akal mereka bercampur baur (pikun) di akhir hayatnya, sehingga mereka mengacaukan riwayat. Bagian IV :   Orang-orang yang didominasi oleh kepolosan, yang di antaranya mudah didikte (talaqin) sehingga mengatakan apa saja yang disuruh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis yang tidak pernah didengarnya karena menganggap itu b...

TUNTUNAN TAYAMUM SESUAI SUNNAH

Image
  Oleh : Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN)   @ Syarat-syarat tayamum Syarat-syarat yang diperbolehkan tayamum yaitu sakit, atau dalam perjalanan (safar), atau  bila keadaannya tidak menemukan air untuk wudlu setelah buang air besar,  atau setelah berjimak maka  dimestikan tayamum . Berikut dalilnya :   وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا   فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh  perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Usaplah  mukamu dan tanganmu dengan tanah itu .   QS : al-Maidah : 6.   @ Debu yang digunakan untuk tayamum harus debu yang suci dan tidak membahayakan terhadap kulit.   @ Cara-cara tayamum -     Mengu...

TUNTUNAN WUDHU SESUAI SUNNAH

Image
  Oleh :  Abu Fatwa Albani Syam (SAMSUDIN)   A.       Tata cara Wudhu @ Niyat dalam hati   Niyat adalah penentu dan pembeda segala urusan perbuatan. Dan Allah Ta'ala akan membalas suatu amal itu tergantung niyatnya.   Niyat bukan pada ucapan tetapi niyat itu itikad atau tujuan hati kepada sesuatu dengan dibarengi pekerjaan yang dapat menuju kepada tujuan tersebut. Ketika hati bertujuan hendak wudhu lalu disertai dengan mengambil air wudhu, maka itu sudah dikatakan niyat. Ketika hati bertujuan hendak shalat, lalu disertai dengan siap-siap, memakai pakaian bersih dari najis kemudian bergegas menuju tempat shalat maka itu sudah dikatakan niyat. Tidak ada satupun dalil nash shahih dari rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengenai niyat yang dilafazhkan terkait hendak wudhu maupun   shalat. @ Disunatkan membaca Bismillah sebelum Wudhu Berdasarkan dalil ; عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ .ص. قَالَ : لَا صَ...