Posts

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

Image
  Abu Fatwa Albani ( S A M S U D I N ) Ketahuilah bahwa para perawi yang dalam hadis mereka terdapat kepalsuan, kedustaan, dan ketertukaran terbagi menjadi lima bagian   : Bagian I : Orang-orang yang didominasi oleh zuhud dan asketisme  sehingga mereka lalai dalam menghafal dan membedakan riwayat. Sebagian dari mereka kehilangan buku-bukunya, terbakar, atau terkubur, lalu mereka meriwayatkan dari hafalan sehingga terjadi banyak kesalahan. Bagian II : Orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam transmisi (nukilan) sehingga kesalahan mereka menjadi banyak dan buruk, mirip dengan bagian pertama. Bagian III : Orang-orang terpercaya (tsiqah) namun akal mereka bercampur baur (pikun) di akhir hayatnya, sehingga mereka mengacaukan riwayat. Bagian IV :   Orang-orang yang didominasi oleh kepolosan, yang di antaranya mudah didikte (talaqin) sehingga mengatakan apa saja yang disuruh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis yang tidak pernah didengarnya karena menganggap itu b...

FIQIH JUMAT 1

Image
Oleh : Abu Fatwa Albani (SAMSUDIN) Bag : 1     A. PENAMAAN HARI JUMÁT Hari Jumat pada masa Jahiliyah dinamakan dengan al-Arubah. Sebagaimana yang telah diterangkan oleh Imam ash-Shabuni dalam tafsir ayat ahkamnya, dan arti dari Arubah yaitu rahmat. Terdapat beberapa pendapat siapa yang mengawali penamaan hari juma’at dengan jum’at diantaranya   : -         Yang pertama menamai hari jum’at dengan jum’at itu adalah Ka’ab bin Luay. [1] -         Ada yang mengatakan bahwa yang pertama menamai hari itu dengan hari jum’at adalah kaum Anshar. [2] -         Berkata Ibnu Sirin :   penduduk Madinah telah berkumpul sebelum kedatangan Nabi shallall ā hu ‘ alaihi wasall ā mdan sebelum turun ayat jum’at dan mereka (penduduk Madinah) menamainya hari tersebut dengan jum’at itu karena mereka mengatakan bahwa Yahudi mempunyai hari yang mereka be...

AIR-AIR YANG BOLEH DIGUNAKAN UNTUK BERSUCI

Image
Oleh   : Abu Fatwa Albani (Syamsudin Mukti) Thaharah   secara bahasa yaitu bersuci.   Menurut istilah syara’ yaitu pekerjaan yang membolehkan   shalat. seperti wudlu, mandi, tayamum dan menghilangkan   najis.[1] 1. Keutamaan Thaharah لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. QS ; at-Taubah ; 108   2. Yang boleh digunakan untuk bersuci a.   Air hujan,   salju, dan air embun. berdasarkan   dalil : وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهّ...