HADIS-HADIS DHA'IF DALAM URUSAN AQIDAH Bag 1

Image
  HADIS-HADIS DHA'IF  DALAM URUSAN AQIDAH   Bag 1 Oleh :  Samsudin (Abu Fatwa Albani) @ Allah Tercipta dari Air mengalir yang bukan dari bumi dan langit.   (الْحَاكِم) (ج) أَنْبَأنَا إِسْمَاعِيل بْن مُحَمَّد الشعراني أخْبرت عَن مُحَمَّد بْن شُجَاع الثَّلْجِي أَخْبرنِي حبَان بْن هِلَال عَن حَمَّاد بْن سَلمَة عَن أَبِي الهزم عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مِمَّ رَبُّنَا؟ قَالَ: مِنْ مَاءٍ مَرُورٍ لَا مِنْ أَرْضٍ وَلا مِنْ سَمَاءٍ خَلَقَ خَيْلًا فَأَجْرَاهَا فَعَرِقَتْ، فَخَلَقَ نَفْسَهُ مِنْ ذَلِكَ الْعَرَقِ. Telah memberitakan kepada kami Ismail bin Muhammad Asy-Sya'rani, aku dikabari dari Muhammad bin Syuja' Ats-Tsalji, telah mengabarkan kepadaku Hibban bin Hilal, dari Hammad bin Salamah, dari Abi Al-Hazm, dari Abu Hurairah ia berkata : dikatakan ; Wahai Rasulullah dari apakah tuhan kita ? rasul menjawab ; dari air yang mengalir, bukan dari bumi dan bukan dari langit, ia menciptakan kuda lalu menjalankannya sehingga berkering...

MUSTHALAH HADIS BAG 8

 Muhadharah  ke  8




HADIS HASAN LIGHAIRIHI

 

Oleh : Abu Fatwa Albani Syam

  (SAMSUDIN)

 

 

A. Definisi

Yaitu Hadis dha'if ringan (muhtamal) apabila jalur sanadnya banyak. Bisa juga dikatakan hadis hasan lighairih itu adalah hadis yang keadaan dha'ifnya ringan kemudian terbantu oleh yang dha'ifnya sama ringannya atau oleh yang lebih lumayan di atasnya.

 

B. Kedudukannya

Hadis hasan lighairih derajatnya lebih rendah dari hadis hasan li dzatihi. Oleh karena itu jika ada matan hadis hasan li ghairihi bertentangan dengan matan hadis hasan li dztihi, maka yang harus dikedepankan terlebih dahulu adalah hadis hasan li dzatihi.[1]

 

C.  Hukumnya

Hukum hadis hasan lighairihi adalah maqbul (diterima) bisa dijadikan hujjah.

 

D.  Contoh

 

Hr. al-Bazzar : 2651

 

حَدَّثنا مُحَمد بن مَعْمَر، حَدَّثنا جعفر بن عون: أَخْبَرَنَا سَلَمَةُ بْنُ وَرْدَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: ارْتَقَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلَّم عَلَى دَرَجَةٍ مِنَ الْمِنْبَرِ فَقَالَ: آمِينَ، ثُمَّ ارْتَقَى دَرَجَةً أُخْرَى فَقَالَ آمِينَ، ثُمَّ ارْتَقَى الثَّالِثة فَقَالَ: آمِينَ، ثُمَّ جَلَسَ قَالَ: فَسَأَلُوهُ: عَلامَ أَمَّنْتَ يَا رَسولَ اللهِ؟ قَالَ: أَتَانِي جِبْرِيلُ فقال: رغم أنف امرىء ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ:آمِينَ وَرَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ أَحَدَ أَبَوَيْهِ، أَوْ كِلاهُمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمِينَ. وَرَغِمَ أنف امرىء أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ. قُلْتُ: آمِينَ.

Telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ma'mar, telah menceritakan kepada kami Ja'far bin 'Aun : telah mengabarkan kepada kami Salamah bin al-Wardan ia berkata : aku telah mendengar Anas bin Malik berkata : Nabi shallallahu alaihi wa sallam naik mimbar pada tangga pertama ia mengucapkan : amin. Kemudian naik lagi ke tangga berikutnya lalu mengucapkan : amin. Kemudian naik ke tangga ke tiga ia mengucapkan amin.


Pada hadis ini terdapat rawi bernama Salamah bin Wardan, ia rawi lemah dari segi hafalannya. Dan ia meriwayatkan hadis-hadis dari Anas tidak menyefakati hadis-hadis rawi-rawi tsiqat, akan tetapi ia termasuk dha'if muhtamal tidak parah. Dan ia dalam periwayatan hadis ini diikuti oleh Tsabit al-Banani, orang yang meriwayatkan dari dia yaitu Muammal bin Ismail sedangkan ia seorang rawi yang lemah pula pada hafalannya. Maka dengan demikian, hadis Salamah bin Wardan di atas dengan dibantu berbagai banyak jalan menjadi naik derajatnya menjadi hasan lighairihi.

 

 

 

 

 

 

 

[1] DR. Mahmud Thahan, Taysir Musthalah al-Hadis : 51

Comments

Popular posts from this blog

TUNTUNAN TAYAMUM SESUAI SUNNAH

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

TUNTUNAN WUDHU SESUAI SUNNAH