MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

Image
  Abu Fatwa Albani ( S A M S U D I N ) Ketahuilah bahwa para perawi yang dalam hadis mereka terdapat kepalsuan, kedustaan, dan ketertukaran terbagi menjadi lima bagian   : Bagian I : Orang-orang yang didominasi oleh zuhud dan asketisme  sehingga mereka lalai dalam menghafal dan membedakan riwayat. Sebagian dari mereka kehilangan buku-bukunya, terbakar, atau terkubur, lalu mereka meriwayatkan dari hafalan sehingga terjadi banyak kesalahan. Bagian II : Orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam transmisi (nukilan) sehingga kesalahan mereka menjadi banyak dan buruk, mirip dengan bagian pertama. Bagian III : Orang-orang terpercaya (tsiqah) namun akal mereka bercampur baur (pikun) di akhir hayatnya, sehingga mereka mengacaukan riwayat. Bagian IV :   Orang-orang yang didominasi oleh kepolosan, yang di antaranya mudah didikte (talaqin) sehingga mengatakan apa saja yang disuruh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis yang tidak pernah didengarnya karena menganggap itu b...

HADIS PALSU TENTANG MAYIT MENDENGAR ADZAN SEBELUM DIKUBUR

 


Oleh : Abu Fatwa Albani Syam
(SAMSUDIN)

 

Oleh sebagian masyarakat hadis ini dijadikan hujah untuk mengadzani mayit di kuburan, namun sayang sekali hadis ini palsu dan jumhur ulama pun telah sepakat bahwa hadis palsu tidak boleh dijadikan hujah. Adapun hadisnya sebagai berikut ;

 

أَنْبَأَنَا زَاهِرُ بْنُ طَاهِرٍ أَنْبَأَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْبَيْهَقِيُّ أَنْبَأَنَا أَبُو عبد الله مُحَمَّد ابْن عبد الله الْحَاكِمُ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سَعْدٍ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ حَمْدَانَ بْنِ مِهْرَانَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ مُجَمِّعٍ الطَّالَكَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو مُقَاتِلٍ السَّمَرْقَنْدِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَابِتٍ الأَنْصَارِيُّ عَنْ كَثِيرِ بْنِ شِنْظِيرٍ عَنِ الْحَسَنِ عَن عبد الله بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَا يَزَالُ الْمَيِّتُ يَسْمَعُ الآذَانَ مَا لَمْ يَطَيَّنْ قَبْرُهُ.

Telah mengabarkan kepada kami  Zahir bin Thahir, Telah memberitakan kepada kami Ahmad bin Al-Husain al-Baihaqi, telah memberitakan kepada kami Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah al-Hakim, telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Muhammad bin Ahmad bin Sa'ad ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Muhammad bin Hamdan bin Mihran, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Qasim bin Mujammi' ath-Thalakani, telah menceritakan kepada kami Abu Muqatil as-Samarqandi, telah menghadiskan kepada kami Muhammad bin Tsabit al-Anshari, dari Katsir bin Syinzhir, dari al-Hasan, dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata : telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : tak henti-henti mayit itu mendengar adzan selama belum ditanahi kuburannya. Hr. Ibnu Jauzi, al-Maudhu'at ; III : 238.

 

Hadis ini maudhu (palsu)

 

Pada sanadnya terdapat rawi bernama Katsir bin Syinzhir, Abu Muqatil dan Muhammad bin al-Qasim bin Mujammi' ath-Thalakani.

 

Ibnu Jauzi sendiri mengatakan : ini adalah hadis palsu atasnama rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Adapun al-Hasan pada sanad tersebut ia tidak mendengar dari Ibnu Mas'ud. Dan adapun Katsir bin Syinzhir, Imam Yahya bin Ma'in mengatakan : ia itu tidak ada apa-apanya. Dan adapun Abu Muqatil, maka Ibnu Mahdi mengatakannya : demi Allah, tidaklah halal meriwayatkan hadis dari dia (Abu Muqatil). Dan selain dari dia bahwa yang terduga memalsukan hadis ini yaitu Muhammad bin Al-Qasim, karena ia diketahui diantara pendusta dan pemalsu hadis. Telah berkata Abu Abdullah al-Hakim : adalah Muhammad al-Qasim ia itu memalsukan hadis.[1]

 

Berkata Ibnu Hajar al-Asqalani : Sanadnya batil, karena hadis ini dari riwayatnya Muhammad bin al-Qasim ath-Thalakani ia terduga memalsukan hadis.[2]

 

Berkata as-Suyuti : Hadis ini palsu (maudhu).[3]



[1] Al-Maudhu'at : III : 238.
[2] Talkhish al-Habir, takhrij ahadis ar-Rafi'I al-Kabir : II : 266.
[3] Al-Laliu al-Mashnu'ah fii al-Ahadits al-Maudhu'ati : II : 365.

Comments

Popular posts from this blog

TUNTUNAN TAYAMUM SESUAI SUNNAH

TUNTUNAN WUDHU SESUAI SUNNAH

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU