HADIS-HADIS DHA'IF DALAM URUSAN AQIDAH Bag 1
DALAM URUSAN AQIDAH
Bag 1
(Abu Fatwa Albani)
@
Allah Tercipta dari Air mengalir yang bukan dari bumi
dan langit.
(الْحَاكِم) (ج)
أَنْبَأنَا إِسْمَاعِيل بْن مُحَمَّد الشعراني أخْبرت عَن مُحَمَّد بْن شُجَاع
الثَّلْجِي أَخْبرنِي حبَان بْن هِلَال عَن حَمَّاد بْن سَلمَة عَن أَبِي الهزم
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مِمَّ رَبُّنَا؟ قَالَ:
مِنْ مَاءٍ مَرُورٍ لَا مِنْ أَرْضٍ وَلا مِنْ سَمَاءٍ خَلَقَ خَيْلًا
فَأَجْرَاهَا فَعَرِقَتْ، فَخَلَقَ نَفْسَهُ مِنْ ذَلِكَ الْعَرَقِ.
Telah
memberitakan kepada kami Ismail bin Muhammad Asy-Sya'rani, aku dikabari dari Muhammad
bin Syuja' Ats-Tsalji, telah mengabarkan kepadaku Hibban bin Hilal,
dari Hammad bin Salamah, dari Abi Al-Hazm, dari Abu Hurairah ia berkata : dikatakan
; Wahai Rasulullah dari apakah tuhan kita ? rasul menjawab ; dari air yang
mengalir, bukan dari bumi dan bukan dari langit, ia menciptakan kuda lalu
menjalankannya sehingga berkeringat, lalu ia menciptakan diri-Nya dari keringat
tersebut. Hr. Hakim. Allaliu Al-Mashnu'ah fii Al-Ahaditsi Al-Maudhu'ah :
I : 11.
Hadis ini
Maudhu/ palsu.
Pada sanadnya terdapat rawi bernama Muhammad bin
Syuja Ats-Tsalji. Beliau inilah yang dituduh membuat hadis hadis ini.
Berkata Imam As-Suyuti : tidak seorang muslim pun yang menulis seperti ini,
bahkan orang yang berakal pun tidak.[1]
-
Berkata Ibnu Hajar Al-Asqalani : Muhammad bin Syuja
Ats-Tsalji matruk (ditinggalkan) ia seorang dituduh melakukan bid'ah.[2]
-
Berkata Ibnu Adi ; Muhammad bin Syuja ia sering
membuat hadis-hadis palsu tentang tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluknya)
yang ia nisbatkan kepada Ashab hadis (ahli hadis) sehingga ia tertuduh.[3]
Pernyataan seperti ini merupakan sedusta-dusta dan
sejahat-jahat pernyataan, Maha Suci Allah Ta'ala dari penyerupaan.
@
Wahyu Allah Azza wa Jalla itu berbeda-beda Bahasa
أَنبأَنَا
إِسْمَاعِيل بن أَحْمد السَّمرقَنْدِي قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ
مَسْعَدَةَ قَالَ أَنبأَنَا حَمْزَة بن يُوسُف قَالَ أَنبأَنَا أَبُو أَحْمد بن
عَدِيٍّ الْحَافِظُ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَلِيٍّ الْغَمَرِيُّ
قَالَ حَدَّثَنَا عبد الْغفار بن عبد الله بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا
الْعَبَّاسُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ الزُّبَيْرِ عَنِ
الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ كَلامَ اللَّهِ [الَّذِينَ] حَوْلَ الْعَرْش
بِالْفَارِسِيَّةِ الدربه [الذربة] ، وَإِن الله عزوجل إِذَا أَوْحَى أَمْرًا
فِيهِ كَوْنٌ [لين] أوحاه بِالْفَارِسِيَّةِ الدربه [الذَّرِبَةِ] . وَإِذَا
أَوْحَى أَمْرًا فِيهِ شدَّة أوحاه بِالْعَرَبِيَّةِ ".
Telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Ahmad as-Samarqandi ia berkata
; telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Mas'adah ia berkata ; Hamzah bin
Yusuf ia berkata ; telah mengabarkan kepada kami Abu Ahmad bin Adi Al-Hafiz ia
berkata ; telah mnceritakan kepada kami Ibrahim bin Ali Al-Ghamari berkta;
telah menceritakan kepada kami Abdul Ghaffar bin Abdillah bin Zubair berkata ;
telah menceritakan kepada kami Al-Abbas bin Al-Fadhl berkata ; telah menceriaan
kepada kami Ja'far bin Zubair dari Al-Qasim dari Abi Umamah ia berkata ; Telah
bersabda Rasulullah ﷺ ; "Sesungguhnya kalam Allah (yang) di sekitar Arasy dalam Bahasa
Persia Ad-Durabah (Adz-Dzaribah), dan sesungguhnya Allah SWT, apabila
mewahyukan suatu urusan yang di dalamnya terdapat kelembutan dia mewahyukan dengan Bahasa Persia Ad-Durabah
(Adz-Dzaribah). Dan apabila mewahyukan suatu urusan yang di dalamnya terdapat
ketegasan, dia mewahyukan dengan Bahasa Arab. Dan apabila ia mewahyukan suatu perkara
yang mengandung murka maka ia mewahyukan dengan baasa Arab. Hr. Ibnu
Al-Jauzi : I : 110.
Hadis ini Maudhu (palsu) .
Karena pada sanadya terdapat rawi yang
bernama Ja'far bin Zubair :
-
Berkata Ibnu Ma'in ; bukan rawi
kepercayaan.[4]
-
Berkata an-Nasai ; Matrukul Hadis (
ditingalkan hadisnya).[5]
-
Berkata al-Bukhari ; Ja'far bin Zubair
asy-Syami dari al-Qasim matrukul hadis, orang-orang meninggalkan dia.[6]
طَرِيق آخر أَنْبَأَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ عبد الملك بْنِ خَيْرُونٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ بن
مسْعدَة قَالَ أَنْبَأَنَا عُمَرُ الْفَارِسِيُّ قَالَ أَنبأَنَا أَبُو أَحْمد بن
عدي قَالَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ
السِّنْدِيِّ قَالَ حَدثنَا عُثْمَان بن عبد الرَّحْمَنِ الطَّرَايِقيُّ قَالَ
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُوسَى بْنِ وَجِيهٍ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ
قَالَ [قَالَ] رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: " إِن الله عزوجل
إِذَا غَضِبَ أَنْزَلَ الْوَحْيَ بِالْعَرَبِيَّةِ، وَإِذا رضى أنغ ل الوحى
بِالْفَارِسِيَّةِ " هَذَا حَدِيث موضول فَفِي طَرِيقِهِ الأَوَّلِ جَعْفَرُ
بْنُ الزُّبَيْرِ، وَفِي طَرِيقِهِ الثَّانِي عُمَرُ بْنُ مُوسَى.
Terdapat jalur sanad lain (yaitu) ; telah mengabarkan kepada kami
Muhammad bin Abdul Malik bin Khairun ia berkata ; telah mengabarka kepada kami
Ismail bin Mas'ad ia berkata ; telah mengabarka kepada kami Umar Al-Farisi
berkata ; telah mengabarka kepada kami Abu Ahmad bin Adi berkata ; tlah
menceritakan kepada kami Imrn bi Musa berkata ; telah menceritakan kepada kami
Musa bin As-Sindi berkata ; telah menceritakan kepada kami Utsman bin
Abdurrahman Ath-Tharifi berkata ; telah menceriakan kepada kami Umar bin Musa
bin Wajih dari Al-Qasim dari Abu Umamah ia berkata ; telah bersabda Rasulullah ﷺ : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla
apabila sedang murka ia menurunkan wahyu dengan Bahasa Arab, dan apabila Allah
sedang ridha ia menurunkan wahyu itu dengan nahasa Persia. Hr. Ibnu
Al-Jauzi ; I : 110.
Hadis ini batil tidak ada asalnya.
Karena pada sanadnya terdapat rawi bernama
Umar bin Musa.
-
Berkata an-Nasai ; Matrukul Hadis (
ditinggalkan hadisnya).[7]
-
Berkata al-Bukhari : Munkarul Hadis.
-
Berkata Ibnu Adi ; dia di antara orang
yang suka memalsukan hadis baik secara matan maupun sanad.
-
Berkata Abu Hatim ; dia pelenyap hadis,
ia memalsukan hadis.
-
Berkata ad-Daraquthni ; matruk
(ditinggalkan).[8]
[1] Allaliu
Al-Mashnu'ah fii Al-Ahaditsi Al-Maudhu'ah : I : 11.
[2] Taqrib At-Tahdzib
: II : 523.
[3] Allaliu
Al-Mashnu'ah fii Al-Ahaditsi Al-Maudhu'ah : I : 11.
[4] Al- Maudhu'at ; I : 111.
[5] Adh-Dhu'afa wa al-Matrukin ; 74.
[6] Al-Kamil fi adh-Dhu'afa
ar-Rijal ; II : 361.
[7] Adh-Dhu'afa wa al-Matrukin
; 189.
[8] Lisan al-Mizan : 382.

Comments
Post a Comment