Ketatnya Imam Bukhari: Rela Jalan Sebulan, Batal Ambil Hadits Gara-Gara Tipu Kuda
![]() |
Abu Fatwa Albani Syam(SAMSUDIN)
Pernahkah kita membayangkan ada seseorang yang rela berjalan kaki selama sebulan hanya untuk mendapatkan satu hadits?
Itulah yang dilakukan oleh Amirul Mukminin Fil Hadits, Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari (194 H - 256 H). Imam Bukhari adalah penulis kitab Al-Jami' Ash-Shahih atau yang kita kenal dengan Shahih Bukhari, kitab paling shahih setelah Al-Quran.
Kisah Perjalanan Sebulan Demi Satu Hadits.
Dikisahkan, Imam Bukhari mendengar bahwa di negeri Syam ada seorang perawi yang memiliki satu hadits yang belum beliau miliki. Maka beliau pun berangkat dari Bukhara menuju Syam. Sebuah perjalanan yang memakan waktu lebih dari satu bulan di atas unta di padang pasir yang panas.
Namun ketika sampai di kediaman perawi tersebut, Imam Bukhari melihat sesuatu yang membuatnya kecewa. Perawi itu memanggil kudanya dengan mengacungkan sebuah ember yang kosong, seolah di dalamnya ada pakan. Kuda itu pun datang dengan harapan diberi makan, padahal ember itu kosong.
Melihat itu, Imam Bukhari tidak jadi menemui perawi itu dan langsung memutuskan untuk pulang kembali ke Bukhara. Ketika ditanya muridnya kenapa, beliau menjawab dengan perkataan yang sangat terkenal.
Pelajaran Penting: Syarat Adalah (Kejujuran Perawi).
Imam Bukhari berkata: "Orang yang berani menipu hewan saja, bagaimana mungkin aku bisa percaya dia tidak berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam?"
Dari kisah ini, ulama hadits mengambil pelajaran tentang pentingnya syarat Al-'Adalah.Apa itu Sanad dan 'Adalah?Sanad itu seperti rantai. Contoh:

Comments
Post a Comment