MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

Image
  Abu Fatwa Albani ( S A M S U D I N ) Ketahuilah bahwa para perawi yang dalam hadis mereka terdapat kepalsuan, kedustaan, dan ketertukaran terbagi menjadi lima bagian   : Bagian I : Orang-orang yang didominasi oleh zuhud dan asketisme  sehingga mereka lalai dalam menghafal dan membedakan riwayat. Sebagian dari mereka kehilangan buku-bukunya, terbakar, atau terkubur, lalu mereka meriwayatkan dari hafalan sehingga terjadi banyak kesalahan. Bagian II : Orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam transmisi (nukilan) sehingga kesalahan mereka menjadi banyak dan buruk, mirip dengan bagian pertama. Bagian III : Orang-orang terpercaya (tsiqah) namun akal mereka bercampur baur (pikun) di akhir hayatnya, sehingga mereka mengacaukan riwayat. Bagian IV :   Orang-orang yang didominasi oleh kepolosan, yang di antaranya mudah didikte (talaqin) sehingga mengatakan apa saja yang disuruh. Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis yang tidak pernah didengarnya karena menganggap itu b...

ILMU MUSTHALAH HADIS bag 9

 Muhadharah  ke  9



HADIS DHA'IF KARENA GUGUR DARI SANAD

Bag 1

 

MURSAL

 

Oleh : Abu Fatwa Albani Syam

  (Samsudin)

 

A. Definisi ;

Yaitu hadis yang dinisbahkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam oleh tabi'in yang mendengar dari sahabat baik sabdanya, atau perbuatanya, atau persetujuannya, atau sifatnya.

 

B. Bentuknya ;

Seorang tabi'in mengatakan : "Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam begini,,, begitu ,,,.," atau " Rasulullah telah berbuat begini,, begitu,,,." , atau " Rasulullah keadaannya begini,, begitu,,,.".

 

C. Contohnya ;

 

عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ أَقْبَلَ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ»

Dari Ibnu Juraij dari Atha bahwasannya Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah ia apabila naik mimbar ia menghadapkan wajahnya ke orang-orang kemudian mengucapkan " as-Sallamu 'alaikum". Hr. Abdurrazaq, Mushannaf Abdirrazaq : 5281 .

 

Keterangan ; Pada sanad hadis ini Atha bin Abi Rabah adalah seorang tabi'in senior, ia mendengar dari sejumlah sahabat akan tetapi ia meriwayatkan langsung dari Nabi maka inilah Mursal.

 

D.Hukum berhujjah dengan hadis Mursal

 

Mursal menurut keumuman para ahli hadis adalah termasuk dari bagian hadis dha'if. Iman Muslim mengatakan ;

 

وَالْمُرْسَلُ مِنَ الرِّوَايَاتِ فِي أَصْلِ قَوْلِنَا، وَقَوْلِ أَهْلِ الْعِلْمِ بِالْأَخْبَارِ لَيْسَ بِحُجَّةٍ

Dan Mursal dari periwayatan-periwayatan menurut pokok pendapat kami, dan pendapat ahli ilmu hadis adalah tidaklah bisa dijadikan hujjah.[1]

 

Hanya saja menurut para ulama mutaakhirin dha'if mursal itu termasuk kategori dha'if muhtamal, yang bisa terangkat bila ada yang mengikuti yang sebanding dengannya dalam tingkat kedha'ifannya, atau lebih ringan kedha'ifannya dibanding  mursal. Akan tetapi berbeda dengan pendiriannya ulama mutaqaddimin yaitu mursal adalah tetap dha'if walaupun ada tabi' (yang mengikuti).

 

E. Ada sebagian Mursal yang lebih shahih dibanding mursal yang lainnya.

 

 

Mursalnya hadis Sa'id bin al-Musayyab adalah yang tershahih. Karena umumnya  riwayat-riwayatnya dari sahabat, apabila ia memursalkan maka ia memursalkan hanya dari sahabat. Adapun mursalnya hadis az-Zuhri dan Qatadah termasuk kepada mursal yang paling lemah (dha'if), sebab mursal kedua-duanya dimungkinkan gugur antara mereka dan Nabi lebih dari satu orang rawi, maka banyak dari mursal mereka itu hakikatnya Mu'dhal. Insya-a Allah nanti akan bertemu dengan pembahasan mengenai Mu'dhal.

 

 

 

 



[1]  Muqaddimah Shahih Muslim : I : 30.


Comments

Popular posts from this blog

TUNTUNAN TAYAMUM SESUAI SUNNAH

TUNTUNAN WUDHU SESUAI SUNNAH

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU