HADIS-HADIS DHA'IF DALAM URUSAN AQIDAH Bag 1

Image
  HADIS-HADIS DHA'IF  DALAM URUSAN AQIDAH   Bag 1 Oleh :  Samsudin (Abu Fatwa Albani) @ Allah Tercipta dari Air mengalir yang bukan dari bumi dan langit.   (الْحَاكِم) (ج) أَنْبَأنَا إِسْمَاعِيل بْن مُحَمَّد الشعراني أخْبرت عَن مُحَمَّد بْن شُجَاع الثَّلْجِي أَخْبرنِي حبَان بْن هِلَال عَن حَمَّاد بْن سَلمَة عَن أَبِي الهزم عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مِمَّ رَبُّنَا؟ قَالَ: مِنْ مَاءٍ مَرُورٍ لَا مِنْ أَرْضٍ وَلا مِنْ سَمَاءٍ خَلَقَ خَيْلًا فَأَجْرَاهَا فَعَرِقَتْ، فَخَلَقَ نَفْسَهُ مِنْ ذَلِكَ الْعَرَقِ. Telah memberitakan kepada kami Ismail bin Muhammad Asy-Sya'rani, aku dikabari dari Muhammad bin Syuja' Ats-Tsalji, telah mengabarkan kepadaku Hibban bin Hilal, dari Hammad bin Salamah, dari Abi Al-Hazm, dari Abu Hurairah ia berkata : dikatakan ; Wahai Rasulullah dari apakah tuhan kita ? rasul menjawab ; dari air yang mengalir, bukan dari bumi dan bukan dari langit, ia menciptakan kuda lalu menjalankannya sehingga berkering...

ILMU MUSTHALAH HADIS Bag 5

 Muhadharah  ke  5




HADIS HASAN


      leh : Abu Fatwa Albani 

         (Syamsudin Mukti)



A.  Definisi

 

Hadis Hasan ialah hadis yang memenuhi syarat-syarat shahih hanya saja salahsatu atau sebagian dari rawi-rawinya di bawah rawi shahih dari segi kualitas dhabitnya  yang dengannya tidak keluar dari batas kehujahan hadis tersebut.

 

B.   Syarah Definisi

 

Yang dimaksud ‘’memenuhi syarat-syarat shahih’’ adalah hanya memenuhi syarat sebagai berikut :

1.       Sanadnya ada sampai kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam

2.       Bersambung sanadnya dari awal sampai akhir sanad

3.       Tidak syadz/ tidak menyalahi yang lebih kuat)

4.       Tidak ada illat (cacat)

 

Adapun kedhabitannya tidak memenuhi, dalam artian kualitas kedhabitan rawi hasan dibawah rawi shahih. Biasanya para ulama menyifati rawi untuk hadis hasan dengan sebutan penilaian : Shaduq (terpercaya), Laa ba’sa bih- Laisa bihi ba’sun (tidak mengapa), tsiqatun yukhthi’u (kepercayaan tapi keliru),shaduq lahu auham (terpercaya tapi terdapat kelemahan/keraguan).

 

C.   Misalnya

 

Hadis riwayat Ibnu Majah no 2734, kitab waris, bab ; barangsiapa menginkari anaknya.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُفْرٌ بِامْرِئٍ ادِّعَاءُ نَسَبٍ لَا يَعْرِفُهُ أَوْ جَحْدُهُ وَإِنْ دَقَّ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya]; telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abdullah]; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Amru bin Syu'aib] dari [Ayahnya] dari [Kakeknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang menjadi kufur, lantaran mengaku bernasab pada seseorang yang tidak ia kenal, atau mengingkari nasab yang sebenarnya, sekalipun ia telah menelitinya.

 

Pada sanad hadis tersebut terdapat rawi bernama Amer bin Syu’eb bin Muhammad bin Abdullah bin Amer bin ‘Ash. Berkata al-Hafiz Ibnu Hajar : ‘’Shaduq’’.

Maka dengan demikian derajat hadis tersebut adalah Hasan.

 

D. Hukum berhujjah dengan hadis hasan

 

Sepakat para ulama semua bahwa hadis hasan bisa dijadikan hujjah

Comments

Popular posts from this blog

TUNTUNAN TAYAMUM SESUAI SUNNAH

MUNCULNYA HADIS DHA’IF DAN PALSU

TUNTUNAN WUDHU SESUAI SUNNAH